Labu siam dan tahu memberi dua tekstur berbeda dalam satu mangkuk. Racikan ini adalah adaptasi gulai untuk dapur rumah, bukan satu-satunya bentuk masakan Minang. Resep belum diuji di dapur redaksi; gambar gulai nangka hanya ilustrasi sajian berkuah santan.
Siapkan dua sampai tiga porsi pendamping
- 1 labu siam sedang, kupas, bersihkan, dan potong kecil.
- 200 gram tahu padat, potong dadu.
- 4 bawang merah, 2 bawang putih, dan seperempat sendok teh kunyit bubuk.
- 1 batang serai, memarkan.
- 200 ml santan encer, 300 ml air, dan 1 sendok makan minyak.
- Setengah sendok teh garam sebagai takaran awal.
Empukkan labu dalam kuah dasar
Haluskan bawang. Tumis bersama kunyit dan serai sampai harum. Tambahkan air, didihkan, lalu masukkan labu. Masak hingga mulai empuk dan periksa satu potong sebelum menambahkan bahan berikutnya.
Masukkan tahu dan santan. Gunakan api kecil sampai sedang, aduk perlahan, dan lanjutkan sampai labu cukup empuk serta tahu panas merata. Hindari mengaduk terlalu kuat agar tahu tetap utuh.
Cicipi setelah kuah menyatu
Tambahkan garam awal dan sesuaikan bertahap. Jika kuah terlalu pekat, tuang sedikit air panas. Catat tambahan tersebut agar hasil berikutnya bisa dibandingkan.
Santan kemasan dapat berbeda kekentalan. Panduan membaca santan kemasan membantu menjadikan takaran awal sebagai titik berangkat yang masuk akal, bukan angka yang harus dipaksakan.

