Kalau kamu lagi scroll-scroll TikTok atau Instagram terus nemu video masakan dengan kuah merah menyala yang kayaknya super pedas, nah, itu dia si Gulai Bagar Pariaman! Bukan gulai biasa, tapi gulai yang lagi viral banget nih dari Pariaman, Sumatera Barat. Buat kamu yang udah agak boring sama gulai bersantan yang itu-itu aja, Gulai Bagar Pariaman ini jawabannya. Dia pedasnya bikin melek, rasanya dalam banget, dan yang paling utama… nggak pake santan! Jadi ringan di perut dan aman buat yang lagi avoid santan.
Gulai ini tuh emang punya vibe yang berbeda. Kuahnya bening-merah gara-gara cabai, rempahnya berasa banget, dan dagingnya empuk meresap. Bener-bener cocok buat nemenin nasi hangat apa lagi kalo lagi ujan-ujan gini. Yuk, kita bahas lebih dalem lagi soal si Gulai Bagar Pariaman yang legendaris ini!
Contents
Cerita di Balik Gulai Bagar Pariaman: Dari Dapur Nenek di Pariaman
Gulai Bagar Pariaman, atau yang sering disebut “gulai baga” sama orang lokal (karena logat Minangnya yang khas), adalah masakan tradisional yang udah ada sejak lama di Pariaman. Dulu-dulu, gulai ini adalah menu spesial yang cuma dihidangkan di momen-momen tertentu, kayak pas sahur Ramadan atau malam takbiran menyambut Lebaran. Iya, nenek-nenek di Pariaman sering banget masak ini buat keluarga besar, jadi ada nuansa nostalgia dan kehangatan yang melekat.
Banyak orang yang pertama kali liat Gulai Bagar Pariaman suka mengira ini asam padeh, karena kuahnya yang merah dan berempah. Tapi jangan salah, guys! Gulai Bagar Pariaman punya karakter yang beda. Kalo asam padeh punya rasa asam yang dominan, Gulai Bagar Pariaman ini lebih ke arah “sup cabe” ala Padang. Iya, semacam sup tapi pedasnya brutal dan rempahnya kompleks banget.
Apa Sih yang Bikin Gulai Bagar Pariaman yang Unik?
Pertama dan paling utama: NO SANTAN! Ini yang bikin Gulai Bagar Pariaman beda dari gulai Minang pada umumnya. Karena nggak pake santan, kuahnya jadi lebih ringan, nggak bikin eneg, dan cocok banget buat kamu yang pengen makan enak tanpa guilt trip. Ini juga jadi pilihan tepat buat yang punya pantangan santan atau lagi menjalani diet tertentu.
Kunci keunikan Gulai Bagar Pariaman ada di kuahnya yang merah pekat. Warna ini bukan dari pewarna lho, tapi murni dari cabe keriting atau cabe giling yang udah difermentasi. Makanya, rasa pedasnya itu nggak main-main, beneran nendang! Tapi pedasnya nggak cuma sekadar pedas gitu aja. Ada dimensi rasa lain yang datang dari rempah-rempah kayak kapulaga, cengkeh, pala, dan bunga lawang. Kombinasi ini bikin aroma dan rasa gulai jadi dalem banget, menggoda, dan bikin nagih.
Filosofi “sup cabe” itu bener-bener nyata di sini. Kuahnya emang didominasi sama rasa cabe, tapi di balik itu ada kehangatan rempah dan gurihnya daging yang bikin sensasi makannya jadi super komplit.
Bahan-Bahan yang Perlu Disiapin
Buat kamu yang penasaran pengen coba bikin sendiri, ini dia bahan-bahannya. Jangan skip ya, karena masing-masing punya peran penting!
Bahan Utama:
- Daging sapi sandung lamur (ini bagian yang ada sedikit lemaknya, jadi teksturnya kenyal dan empuk pas dimasak)
Bumbu Halus:
- Cabai keriting atau cabai giling yang udah difermentasi (ini yang bikin merah dan pedas!)
- Bawang merah
- Bawang putih
- Kunyit
- Jahe
- Lengkuas (potong kecil biar gampang dihalusin)
- Kemiri
- Kacang tanah goreng (nambahin rasa gurihnya)
Bumbu Daun dan Pelengkap:
- Asam kandis (3 butir, buat nambahin rasa segar)
- Daun salam
- Daun kunyit
- Serai
- Daun jeruk (yang kembar, biar aromanya makin mantap)
- Kentang (opsional, buat yang suka)
- Kelapa sangrai (2 sendok makan, buat bikin kuah makin gurih)
Bumbu Kering dan Cair:
- Bumbu kering Rantau Uda Awal (2 sendok makan, ini rahasia kelezatannya!)
- Garam (2 sendok makan)
- Micin (1 sendok makan, buat penyedap)
- Susu kental manis (1 sendok makan, ini secret touch buat balance-in rasa!)
- Minyak goreng (300–400 ml, buat numis)
- Air (sekitar 4 liter, bertahap)
Langkah-Langkah Membuat Gulai Bagar Pariaman yang Sempurna
Nih, sekarang kita masuk ke bagian paling seru: masaknya! Ikuti step-stepnya dengan hati senang, ya!
1. Persiapan
Potong daging sandung lamur ukuran 2×3 cm. Jangan terlalu besar biar cepet empuk dan bumbunya meresap sempurna. Halusin semua bumbu halus. Iris sebagian daun jeruk dan daun kunyit buat dimasukin di akhir masakan. Sisain yang utuh buat awal.
2. Menumis Bumbu
Panaskan minyak di wajan besar. Tumis cabai giling selama 1 menit dulu biar wangi pedasnya keluar. Abis itu, masukkan bumbu halus lainnya, tumis sampai harum dan mateng. Tambahin asam kandis, daun jeruk utuh, serai, dan daun kunyit utuh. Aduk-aduk terus, lalu masukkan kelapa sangrai. Aduk rata lagi selama 2-3 menit.
3. Memasak Daging
Masukkan potongan daging ke dalam tumisan bumbu. Masak sambil diaduk selama 5-10 menit biar daging berubah warna dan bumbunya meresap. Tambahin 1 sdm bumbu kering Rantau. Tuang air bertahap: mulai dari 2 liter dulu, nanti bisa ditambah lagi. Masukkan micin, garam, dan susu kental manis. Aduk rata, lalu masak daging selama kurang lebih 1 jam dengan api sedang. Jangan lupa ditutup biar empuk.
4. Tahap Akhir
Setelah 1 jam, masukkan kentang (kalo pake). Tambahin air lagi sampe total jadi 4 liter kalo kuahnya keliatan terlalu kental. Masukkan sisa bumbu kering dan garam, koreksi rasa. Keluarin bumbu daun yang udah layu (kayak serai, daun salam, dll). Terakhir, masukkan irisan daun jeruk dan daun kunyit segar yang udah kamu siapin tadi. Masak lagi sekitar 20-25 menit sampai kentang empuk. Dan… jadi deh!
Tips Anti Gagal Buat yang Baru Pertama Kali Coba
- Potong daging dengan ukuran pas: 2×3 cm itu ideal banget biar daging cepet empuk dan bumbu meresap dalem.
- Tumis cabai dulu sebelum bumbu lain: ini trik kecil biar aroma pedasnya keluar maksimal.
- Aduk terus pas awal masak: biar bumbu nggak gosong di dasar wajan, which is common mistake.
- Airnya ditambah bertahap: jangan sekaligus! Jadi kamu bisa kontrol kekentalan kuahnya.
- Kentang dimasukin di akhir: biar nggak hancur dan teksturnya masih bagus pas disajikan.
- Daun jeruk dan kunyit segar di akhir: ini bikin aroma gulai jadi makin segar dan menggoda!
Cobain Yuk, Rasain Bedanya!
Gulai Bagar Pariaman itu lebih dari sekadar makanan; dia adalah cerita, tradisi, dan kehangatan yang diwarisin dari generasi ke generasi. Buat kamu yang pengen eksplor kuliner Minang beyond rendang dan gulai santan, ini saatnya! Rasanya yang pedas, kuahnya yang ringan, dan rempahnya yang kompleks bikin pengalaman makan kamu jadi lain dari yang lain.
Jadi, kapan kamu mau coba? Kalo kamu suka resep ini, jangan lupa cek juga resep masakan Padang lainnya di masakanpadang! Happy cooking!